Senyum itu Kekuatan AI Survivor

Sejak awal mengalami diare sehari-hari hanya bisa tiduran, badan lemas, kurang tenaga, makan juga bisanya dikit-dikit, kadang masih kembung dan mules perutnya, di tempat tidur kadang miring ke kiri salah, telentang salah, ke kanan nyut2an, cuman bisa mengaduh dan memanggil nama NYA…jangankan mau beraktifitas, mau mandi aja kayaknya tulang ini ga ada tenaganya.

H+2 Pisang kepok ganti pisang barangan, karena kandungan kaliumnya lebih tinggi katanya. Tiap tengah malem kebangun dan laper krn makan sorenya sedikit, aku makan 2-3 buah buat ganjel….lumayan…survive 

H+3 teman2 dari persekutuan doa datang mengunjungi. Aku sempat sharing juga semua pergumulan yang sedang terjadi baik dari fisik kesehatan maupun masalah2 pekerjaan di kantor. Mereka turut berdoa syafaat juga buatku. Tq guys…   

H+4 besoknya jam 8.32 istri WA dari tempat kerjanya: “sudah bangun? mandi donk biar wangi..”    Aku bacanya jam 9an abis bangun tidur. Yaaach bener kata istri, walaupun kita lagi sakit jangan sampai mempengaruhi semangat hidup kita…justru kalau perlu kita terpengaruh semangat kita jadi proses kesembuhan makin terbantu.   Mandi, cukur bulu kumis jenggot yang mulai muncul malu2 nan berantakan, sisiran yang rapi, gosok gigi, berkaca depan cermin dan beri senyuman semangat pagi. Kirim fotonya ke istri  

Jangan kalah sama Opa Ayub yang kena musibah bertubi-tubi tapi tetap yakin hidupnya ada dalam kendali Allah dan dicintai Allah. Di tengah-tengah penderitaannya yang mengerikan, Ayub mempercayai bahwa Allah akan menggunakan semuanya untuk kebaikan.   

Lagi baca  Bible In One Year 2018  hari ke-32, merenungkan kehidupan Ayub justru kekuatannya tumbuh melalui perjuangan mengatasi sakitnya, kesendiriannya, belum lagi menghadapi tuduhan sahabat2 yang mempergunjingkan kesengsaraannya. Ketika Tuhan menguji Ayub, imannya muncul sebagai emas murni.

Kalau kata Ayub, buat orang2 yang membutuhkan pertolongan dan keadilan : “Kutersenyum kepada mereka ketika mereka putus asa; air mukaku yang bahagia menambah semangat mereka.” (Ayub 29:24 BIMK)   

Buat yang sedang ngadepin masalah kesehatan, keuangan, pekerjaan, yang merasa doanya belum didengar Tuhan atau merasa Tuhan kayaknya bermil-mil jauhnya, segala sesuatu kayaknya jadi salah melulu, hidup seperti sudah jatuh tertimpa eskalator, sakit ga kunjung sembuh, flare up bolak balik ga ada bosennya…..tetaplah TERSENYUM, karena apapun yang sedang terjadi kamu tetap dicintai Allah dan Allah sanggup mengubah keburukan menjadi kebaikan seturut rencana NYA. Lihatlah, DIA pun sedang tersenyum padamu  

Doaku: _Tuhan, di masa-masa sulit ketika aku tampaknya berada di api pemurnian, bantulah aku untuk menaruh iman dan kepercayaan ku kepada MU dan untuk ‘tampil sebagai emas yang murni’. Bantulah aku setiap hari untuk menjalani hidup penuh kepercayaan dan keyakinan pada MU._

Katakan “Amin” kalau ini menjadi doamu juga yaa….gaeezzz… 

Pengalaman Penanganan Diare pada AI Survivor

Ceritanya bermula dari Senin pagi bangun dengan badan yang kurang enak…terpikir ingin ijin istirahat tapi terbayang pekerjaan yang sedang menumpuk karena kekurangan personil team kolektor dan admin yang tidak masuk dan sudah 3 minggu an ini harus menggantikan pekerjaannya.

Sehabis makan pagi perut rasanya mules sekali dan pas BAB ternyata cair semua alias m*ncr*t. Saya masih belum terpikir apa2 selain mau training kolektor baru yang perlu aku temani jalan ke relasi. Ternyata pengalaman siang itu berlanjut, di jalan perut kembali mules dan sampai di relasi ijin ke belakang dan keluarnya pun cair juga.

Pulang kantor sampai di rumah, begitu juga sampai tidak nafsu untuk makan. Setelah makan sedikit, langsung tidur. Tengah malam nya tiba2 terbangun karena perut kembali kerucukan sampai 2-3 kali berulang ke belakang sampe badan mulai lemas. Saya coba bangunkan istri, belum sampai menjelaskan kondisi saya tiba2 mual sekali dan lari ke wastafel saya m*nt*h. Akhirnya diputuskan ke rumah sakit, saya diantar istri ke UGD RS terdekat jam 12 malam itu. . . .

Kenapa kok bisa diare ya? padahal apa yang saya makan sama dengan yang istri dan anak2 konsumsi. Hasil bincang2 dengan dokter dan teman2, kami menduga ada 3 faktor pemicunya :   

1. Kondisi fisik saya sedang cape krn 3 hari berturut-turut ikut misa malam, dan minggunya masih jalan ke Tangerang sampai rumah malam juga. Siangnya kami makan gado2 yang kami tidak tau kondisi kebersihanya karena baru pertama kali makan di daerah itu.   

2. Ditambah sedang minum obat kortikosteroid yang menekan sistem kekebalan tubuh jadi beresiko rentan penyakit.   

3. Sedang banyak diare karena virus atau kemungkinan food poisoning dari gado2 yang dimakan   

Inilah yang membedakan kondisi saya dengan mereka. Istri dan anak2 lebih fit. . . .

Beberapa hal yang sangat membantu saya sebagai AI Survivor saat menghadapi sakit (diare) :   

1. Menghubungi dokter yang menangani kita, konsultasikan setiap obat2an yang akan kita minum   

2. Masuk grup komunitas autoimun, kita bisa tanya berbagai hal, akan ada banyak pengalaman sesama penyintas atau caregiver yang menambah pengetahuan kita   

3. Selain obat2an, asupan makan : bubur nasi, telur rebus matang, teh pahit.   

4. Sebagai tambahan bisa disiapkan juga : pisang kepok rebus dan air panas dalam thermos, didekat kita berbaring. Saya terbantu karena saat kurang nafsu makan tubuh bisa tetap dapat asupan makan dan minum supaya tidak dehidrasi.   

5. Tetap perlu observe diri sendiri juga karena tidak semua saran mungkin pas untuk kondisi masing2 penyintas yang berbeda.   

6. Tidak perlu malu dengan kondisi fisik yang mungkin berbeda dengan kondisi sebelum AI, terkadang memang tidak enak hati sebentar2 harus ijin sakit ke atasan belum tentu rekan kerja mengerti kondisi kita, tapi dibanding harus menghadapi flare up yg lebih worst kondisinya sebaiknya istirahat saat alarm tubuh keluar sinyalnya.   

7. Paling bagus membawa makanan sendiri dari rumah, tapi jika sedang tdk memungkinkan hati2 dalam memilih tempat mkn, usahakan masakan non-msg dan jika dirasa kurang bersih sebaiknya cari tempat lain.   

8. Tetap bersyukur dan berdoa pada Tuhan karena dibalik kondisi dan kesulitan kita ada pendamping/caregiver/teman-teman dan dokter yang mau membantu kita.   

Semoga bermanfaat.   

PS. Tks buat semua support para dokter dan team MCF yang luar biasa responnya untuk membantu kami para caregiver dan AI Survivor tetap survive. #AIsurvivor #MCF #KeluargaLDHS 

Cara Joging Buat Penyintas Autoimun

Ketika seseorang mulai berlatih dengan nyaman (bukan berlatih sampai lelah), perlahan tubuh akan mengeluarkan serotonin. Serotonin dikenal sebagai kontributor untuk perasaan bahagia dan rileks. Dengan begitu bisa mengelola stres. Salah satu olahraga yang bisa dilakukan adalah joging.   Joging atau lari merupakan olahraga sederhana, mudah dan murah, serta dapat dilakukan oleh siapa saja baik orang tua, muda, pria ataupun wanita. Manfaat yang didapat pun tidak kalah dengan olahraga lain seperti renang atau berlatih di pusat kebugaran. Bagaimana cara joging yang tepat buat penyintas autoimun ? 

 

Perbedaan Joging dan Lari

  • Perbedaan yang paling besar mendasar adalah langkah kaki. Pada joging, kaki melangkah kecil-kecil sehingga sepintas terlihat seperti berjalan cepat, sedangkan pada lari langkah kaki lebh lebar.
  • Kecepatan berlari lebih tinggi dibandingkan joging
  • Siku tangan membentuk sudut 90 derajat pada saat berlari dengan ayunan yang mantap dibandingkan joging yang lebih relaks.

Manfaat Bagi Tubuh Beberapa manfaat joging bagi tubuh diantaranya :

  • Meningkatkan kesehatan jantung
  • Dengan disertai pola makan yang baik dapat membantu menurunkan bobot tubuh
  • Apabila dilakukan secara teratur dan dengan porsi latihan yang cukup akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Memperbaiki fungsi kerja otak, karena sirkulasi darah yang baik saat berlari akan menyuplai oksigen ke seluruh tubuh termasuk otak

 

Persiapan Sebelum Berlari / Joging

  • Disarankan memakai sepatu khusus berlari dengan ukuran yang nyaman di kaki. Setiap individu memiliki keunikan tersendiri. Memilih sepatu lari merupakan awal yang harus dilakukan sebelum berlatih. Hal ini bertutujan agar tubuh terhindar dari cedera.
  • Kenakan pakaian olahraga yang nyaman dan menyerap keringat. Hindari bahan yang membuat tubuh tetap basah.
  • Minum air putih 1-2 gelas sebelum dan sesudah berlatih.

 

Sikap Tubuh Yang Benar Saat Joging / Lari

  • Telapak kaki : cobalah mendarat di bagian tengah pada telapak kaki Anda
  • Tangan : posisi telapak tangan agak sedikit menggenggam agar lengan dan bahu relaks.
  • Bahu : jaga bahu Anda agar tidak tegang dan selalu menjauh dari telinga
  • Siku : tekuk siku Anda dan tarik sedekat mungkin ke arah tubuh. Hindari gerakan “twist” saat joging/lari

 

Jika Anda belum pernah joging, mulailah berjalan kaki terlebih dahulu (total latihan 30 menit) yang diakhiri dengan berjalan pelan. Lakukanlah bertahap, mulai dengan berjalan pelan, jalan cepat, joging dan akhiri dengan berjalan pelan. Tubuh akan memberikan sinyal kapan harus berjalan, joging atau berjalan lebih cepat. Sertakan juga pemanasan sebelum memulai dan pendingan setelah selesai joging. Disarankan sebelum memulai latihan konsultasikan kondisi Anda terlebih dahulu kepada dokter. (Adeline Windy/Autoimmune True Story)

Cara Mudah Membuat Tempe Organik Dengan Probiotik

Setelah 2x gagal mau buat tempe organik sendiri…akhirnya berhasil juga dengan mempraktekan resep di bawah ini menggunakan Probiotik gratisan dari Chef Endang Ariyanti  …matur nuwun ya mba…hehe. Buat yang mau mencoba buat sendiri tempe organik silahkan dicoba resep hasil kuliah whatsapp di Grup LDHS ini : 

  • Rendam Kedelai yang telah dicuci, campurkan Probiotik, tutup rapat selama 2 hari dalam keadaan anaerob (tidak ada udara keluar/masuk).
  • Setelah 2 hari atau 48 jam, buang air rendaman, bilas sambil diremas-remas untuk membelah kedelai sekaligus mengupas kulit arinya. Pembalasan 2-3 kali agar air bekas rendaman/probiotik, bersih.
  • Siapkan dandang, untuk pengukusan. Setelah mendidih masukkan kedelai yang sudah dibilas, kukus selama 40 menit.
  • Setelah dikukus, angkat, tiriskan, setelah dingin taburi ragi. Untuk 0,5 kg kedelai, kira-kira sak jumput ragi saja… jumput nya tipis saja…taburkan secara merata.
  • Setelah aduk-aduk hingga rata, bungkus dengan daun.
  • Tunggu hingga 36 jam…dan Tempe buatan sendiri ini siap disantap (diolah menjadi hidangan tanpa dimasak lagi lebih dianjurkan).

NB : – pengenceran Probiotik 20 ml untuk 1 liter air. – Air bekas rendaman bisa dimanfaatkan untuk siram tanaman, berfungsi sebagai pupuk. (by Agustinus Priyanto) 

آپلود عکس