Pengalaman Penanganan Diare pada AI Survivor

Pengalaman Penanganan Diare pada AI Survivor

Ceritanya bermula dari Senin pagi bangun dengan badan yang kurang enak…terpikir ingin ijin istirahat tapi terbayang pekerjaan yang sedang menumpuk karena kekurangan personil team kolektor dan admin yang tidak masuk dan sudah 3 minggu an ini harus menggantikan pekerjaannya.

Sehabis makan pagi perut rasanya mules sekali dan pas BAB ternyata cair semua alias m*ncr*t. Saya masih belum terpikir apa2 selain mau training kolektor baru yang perlu aku temani jalan ke relasi. Ternyata pengalaman siang itu berlanjut, di jalan perut kembali mules dan sampai di relasi ijin ke belakang dan keluarnya pun cair juga.

Pulang kantor sampai di rumah, begitu juga sampai tidak nafsu untuk makan. Setelah makan sedikit, langsung tidur. Tengah malam nya tiba2 terbangun karena perut kembali kerucukan sampai 2-3 kali berulang ke belakang sampe badan mulai lemas. Saya coba bangunkan istri, belum sampai menjelaskan kondisi saya tiba2 mual sekali dan lari ke wastafel saya m*nt*h. Akhirnya diputuskan ke rumah sakit, saya diantar istri ke UGD RS terdekat jam 12 malam itu. . . .

Kenapa kok bisa diare ya? padahal apa yang saya makan sama dengan yang istri dan anak2 konsumsi. Hasil bincang2 dengan dokter dan teman2, kami menduga ada 3 faktor pemicunya :   

1. Kondisi fisik saya sedang cape krn 3 hari berturut-turut ikut misa malam, dan minggunya masih jalan ke Tangerang sampai rumah malam juga. Siangnya kami makan gado2 yang kami tidak tau kondisi kebersihanya karena baru pertama kali makan di daerah itu.   

2. Ditambah sedang minum obat kortikosteroid yang menekan sistem kekebalan tubuh jadi beresiko rentan penyakit.   

3. Sedang banyak diare karena virus atau kemungkinan food poisoning dari gado2 yang dimakan   

Inilah yang membedakan kondisi saya dengan mereka. Istri dan anak2 lebih fit. . . .

Beberapa hal yang sangat membantu saya sebagai AI Survivor saat menghadapi sakit (diare) :   

1. Menghubungi dokter yang menangani kita, konsultasikan setiap obat2an yang akan kita minum   

2. Masuk grup komunitas autoimun, kita bisa tanya berbagai hal, akan ada banyak pengalaman sesama penyintas atau caregiver yang menambah pengetahuan kita   

3. Selain obat2an, asupan makan : bubur nasi, telur rebus matang, teh pahit.   

4. Sebagai tambahan bisa disiapkan juga : pisang kepok rebus dan air panas dalam thermos, didekat kita berbaring. Saya terbantu karena saat kurang nafsu makan tubuh bisa tetap dapat asupan makan dan minum supaya tidak dehidrasi.   

5. Tetap perlu observe diri sendiri juga karena tidak semua saran mungkin pas untuk kondisi masing2 penyintas yang berbeda.   

6. Tidak perlu malu dengan kondisi fisik yang mungkin berbeda dengan kondisi sebelum AI, terkadang memang tidak enak hati sebentar2 harus ijin sakit ke atasan belum tentu rekan kerja mengerti kondisi kita, tapi dibanding harus menghadapi flare up yg lebih worst kondisinya sebaiknya istirahat saat alarm tubuh keluar sinyalnya.   

7. Paling bagus membawa makanan sendiri dari rumah, tapi jika sedang tdk memungkinkan hati2 dalam memilih tempat mkn, usahakan masakan non-msg dan jika dirasa kurang bersih sebaiknya cari tempat lain.   

8. Tetap bersyukur dan berdoa pada Tuhan karena dibalik kondisi dan kesulitan kita ada pendamping/caregiver/teman-teman dan dokter yang mau membantu kita.   

Semoga bermanfaat.   

PS. Tks buat semua support para dokter dan team MCF yang luar biasa responnya untuk membantu kami para caregiver dan AI Survivor tetap survive. #AIsurvivor #MCF #KeluargaLDHS 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

آپلود عکس